Komisi VII DPR RI Dorong Transformasi AK Tekstil Solo Menjadi Politeknik dan Perkuat Sinergi Industri

SURAKARTA β Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kampus Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil (AK Tekstil) Solo pada Jumat (22/5/2026). Pertemuan ini fokus membahas strategi penguatan pendidikan vokasi, peningkatan daya serap tenaga kerja, hingga usulan transformasi institusi menjadi Politeknik guna menjawab tantangan industri tekstil nasional.

Dalam diskusi tersebut, muncul aspirasi kuat dari pihak industri dan akademisi agar AK Tekstil Solo meningkatkan jenjang pendidikannya. Direktur AK Tekstil Solo, Wawan Ardi Subakdo, bersama perwakilan mitra industri mengusulkan perubahan status dari akademi menjadi Politeknik (Diploma 4). Langkah ini dinilai strategis agar lulusan memiliki kualifikasi manajerial yang lebih tinggi sesuai kebutuhan industri modern.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty menyoroti penurunan jumlah mahasiswa yang kontras dengan tingginya kebutuhan tenaga kerja di sektor tekstil. Sebagai solusi, DPR mendorong rebranding & inovasi dengan melakukan pencitraan ulang pendidikan tekstil agar lebih menarik bagi generasi muda dengan jaminan kerja yang nyata, perluasan beasiswa mengapresiasi langkah PT Duniatex yang memberikan beasiswa penuh dan mendorong mitra industri lain untuk melakukan pola serupa bagi calon tenaga kerja, pengembangan kewirausahaan mendorong mahasiswa tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga wirausahawan mandiri melalui sinergi dengan Direktorat UMKM Kementerian Perindustrian.

Pihak industri yang hadir mengungkapkan sejumlah kendala, mulai dari maraknya impor ilegal, tingginya biaya pembiayaan dibandingkan negara pesaing seperti Cina, hingga kerumitan pengurusan AMDAL.
Menanggapi hal tersebut, Komisi VII berkomitmen membawa aspirasi ini ke tingkat regulasi. Terkait teknologi, Harison Silaen menekankan pentingnya pembaruan kurikulum dan kompetensi dosen secara rutin melalui monitoring langsung ke pabrik-pabrik agar materi pengajaran tetap relevan dengan mesin terbaru di industri.
Komisi VII DPR RI meminta pihak kampus dan industri untuk mendokumentasikan poin-poin kendala yang belum terbahas sebagai bahan tindak lanjut dalam rancangan undang-undang mendatang.

Sejak berdiri pada 2015, AK Tekstil Solo telah meluluskan 1.543 mahasiswa. Dengan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha, institusi ini diharapkan menjadi tulang punggung penyedia SDM ahli, khususnya untuk mengisi kekosongan tenaga ahli di bidang pencelupan dan kimia tekstil yang saat ini sangat dibutuhkan pasar.





Tinggalkan Balasan
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *