AK Tekstil Solo Tunjukkan Peran Strategis sebagai Textile Hub dalam Kunjungan Kepala BPSDMI

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Doddy Rahadi, bersama Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri, Wulan Aprilianti Permatasari, melakukan kunjungan kerja ke Akademi Komunitas (AK) Tekstil Solo pada Jumat (19/12).
Rombongan disambut langsung oleh Direktur AK Tekstil Solo, Wawan Ardi Subakdo, beserta jajaran pimpinan. Dalam kesempatan tersebut, Direktur AK Tekstil memaparkan profil institusi, keunggulan AK Tekstil Solo sebagai textile hub, jejaring mitra industri, serta sistem pembelajaran yang tidak hanya menekankan pada keterampilan teknis, tetapi juga pembentukan mental kepemimpinan dan kesiapan berkompetisi di dunia industri.
ย
AK Tekstil Solo juga menjelaskan peran strategisnya dalam pengembangan sumber daya manusia industri tekstil di wilayah Solo Raya dan sekitarnya. Selain itu, disampaikan pula upaya institusi untuk bertransformasi menjadi politeknik, meskipun hingga periode 2015โ2022 masih sepenuhnya didukung melalui pendanaan APBN.
Dalam kunjungan ini, dibahas berbagai isu strategis, di antaranya penguatan program link and match antara pendidikan vokasi dan industri, rencana kerjasama dengan pemerintah kota Surakarta dalam penyediaan 100 beasiswa, serta penyiapan dosen yang sesuai dengan kebutuhan industri. Kepala BPSDMI menekankan pentingnya percepatan dan efisiensi dalam menghadapi persaingan industri yang semakin ketat, termasuk penyusunan kurikulum yang relevan dan kelas-kelas khusus yang benar-benar menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
โPersaingan industri semakin cepat dan menuntut efisiensi. Pendidikan vokasi harus mampu menyiapkan lulusan yang siap bersaing dengan kurikulum yang sesuai kebutuhan industri,โ ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Doddy berpesan kepada para dosen serta asosiasi terkait untuk meninjau langsung ke kementerian guna melihat dan memahami kurikulum yang ada, sehingga dapat diterapkan di sekolah-sekolah. Hal ini diharapkan mampu mendukung keberlanjutan serta menjaga eksistensi industri tekstil di Indonesia.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa potensi industri tekstil nasional sangat besar, meskipun masih dihadapkan pada tantangan tingginya produk impor. Oleh karena itu, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk bekerja di pabrik, tetapi juga dibekali nilai tambah, kecerdasan, jejaring, serta kemampuan membangun relasi dan membuka diri terhadap peluang yang lebih luas.
ย
Melalui kunjungan ini, diharapkan AK Tekstil Solo dapat terus mencetak mahasiswa yang unggul, berdaya saing, dan mampu menjadi sumber daya manusia industri yang berkualitas.
-DAR@HUMAS-





Tinggalkan Balasan
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *