Akselerasi Riset Pengolahan Limbah Serat Daun Nanas Jadi Produk Tekstil Bernilai Tambah, BRIN Jajaki Kerja Sama Teknologi Pemintalan Benang di Surakarta

SURAKARTA, 12 Juni 2026 β Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Kekuatan Struktur (PRTKS) resmi melakukan kunjungan teknis ke Politeknik Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil (AK-Tekstil) Surakarta, Jawa Tengah, pada hari Jumat (12/6). Kunjungan strategis ini ditujukan untuk melihat secara langsung fasilitas pemintalan benang beserta proses dan inovasi teknologi yang digunakan, guna mengakselerasi riset nasional terkait pemanfaatan limbah serat alam sebagai bahan baku alternatif industri tekstil masa depan.
Agenda utama dari tim riset PRTKS BRIN berfokus pada pendalaman informasi teknis mengenai pengolahan serat, tahapan pemintalan, karakteristik bahan baku potensial, serta peluang konversi serat daun nanas menjadi produk tekstil komersial bernilai tambah tinggi. Inisiatif ini didorong oleh melimpahnya potensi limbah pertanian hortikultura di Indonesia yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kemandirian sektor industri hilir.

Dalam kunjungan ini, delegasi riset BRIN dipimpin langsung oleh jajaran peneliti ahli, di antaranya Mahfudz Al Huda, Achmad Zaki Rahman, Khairul Jauhari, dan Rismu Landung Gumilang. Tim ahli disambut langsung oleh jajaran manajemen institusi, termasuk Direktur Politeknik Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta, Pembantu Direktur, serta Ketua Program Studi Teknik Pembuatan Benang.
Kolaborasi lintas sektor antara lembaga riset negara dan institusi pendidikan vokasi industri ini diharapkan dapat memetakan tantangan teknis dalam pemrosesan serat alam. Serat daun nanas dikenal memiliki karakteristik mekanik yang kuat, namun memerlukan teknologi pemintalan dan modifikasi struktur khusus agar menghasilkan fleksibilitas serta kehalusan standar benang kain tekstil.

Hasil dari kunjungan lapangan ini akan ditindaklanjuti dengan penyusunan peta jalan (roadmap) riset bersama, yang mencakup pengujian kekuatan struktur serat, optimasi mesin pemintalan, hingga pengembangan purwarupa produk kain berbasis serat alam ramah lingkungan. Langkah ini sekaligus mendukung target nasional dalam menekan emisi karbon industri melalui implementasi konsep ekonomi sirkular.






Tinggalkan Balasan
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *