100% Lulusan Wisuda Angkatan III AK-Tekstil Solo Terserap Industri

Ak-Tekstil Solo

Solopos, Sebanyak 184 lulusan mahasiswa AK-Tekstil Solo atau seluruh lulusan yang diwisuda pada Sabtu (23/11) terserap di perusahaan industri. Lulusan tersebut sudah dipesan oleh industri tekstil dan garmen sejak dua tahun.

Direktur AK-Tekstil Solo Abdillah Benteng mengatakan permintaan lulusannya cukup tinggi. Namun, permintaan tersebut belum dapat dipenuhi.

Dunia industri terpaksa harus menunggu selama dua tahun untuk memperoleh para lulusan. “Masa tunggu industri adalah dua tahun. Jadi bukan masa tunggu lulusan, tetapi masa tunggu industri,” ujarnya dalam sambutan Wisuda Angkatan III Program Diploma 2 di kampus yang bertempat di Jebres, Solo.

Pada tahun akademik 2019/2020, kampus hanya menampung 250-250 calon mahasiswa sesuai kapasitas meskipun pendaftarnya 997 orang. “Semua lulusan yang diwisuda hari ini merupakan pesanan dua tahun lalu,” imbuh Abdillah.

Mereka yang diwisuda pada angkatan III berasal dari Program Studi Teknik Pembuatan Benang sebanyak 41 orang, Teknik Pembuatan Kain Tenun sebanyak 53 orang, dan Teknik Pembuatan Garmen 90 orang.

Semuanya telah diterima kerja di 20 industri tekstil dan garmen di Soloraya dan sekitarnya. Contohnya adalah Bintang Asahi Tekstil Karanganyar, Danliris Sukoharjo, Kusuma Sandang Mekar Jaya Jogja, Kemilau Karanganyar, Panca Bintang Sukoharjo, Sekar Lima Karanganyar, Sritex Sukoharjo, dan lainnya.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Eko S.A. Cahyanto yang hadir dalam kesempatan itu berharap daya tampung AK-Tekstil Solo lebih besar sesuai kebutuhan industri tekstil dan garmen.
Namun, dia mengakui, hal itu belum dapat dilakukan karena tahapannya sekarang adalah penguatan-penguatan di AK-Tekstil. “Industri tekstil dan produksi tekstil termasuk andalan negara. Kementerian Perindustrian menguatkannya lewat pelatihan-pelatihan,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan AK-Tekstil bisa menjadi role model pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

(Akhmad Ludiyanto/sai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *